Sabtu, 27/2/2010 | 21:32 WIB
LONDON, KOMPAS.com - Penyerang Manchester City, Carlos Tevez, menjadi inspirator permainan dan mencetak dua gol yang menentukan kemenangan timnya 4-2 atas Chelsea, pada duel Premier League, Sabtu (27/2/2010). Kemenangan ini melambungkan City ke posisi keempat klasemen sementara dengan 49 poin sekaligus membalaskan dendam Wayne Bridge kepada bek Chelsea, John Terry.
Bridge marah kepada Terry karena telah berselingkuh dengan mantan pacarnya, Vanessa Perroncel. Dalam sesi jabat tangan sebelum laga sebelum kick-off, Bridge menolak berjabat tangan kapten Chelsea, John Terry. Meski Bridge sudah mengatakan tak siap bertemu Terry tanpa bersikap tak ramah, namun, tak semua orang mengira ia betul-betul merealisasikan ucapannya.
Pertandingan pun kemudian diwarnai aroma permusuhan keduanya. Simpati kepada Bridge, membuat pemain City berusaha tampil sebaik mungkin meredam gempuran Chelsea. Pemain Chelsea juga berusaha menjaga wibawa Terry dengan berusaha tampil sebaik mungkin. Pendukung tuan rumah tak ketinggalan ikut menyoraki Bridge.
Hasilnya, permainan pun berjalan ketat. Selain sarat aksi perebutan bola, kedua kubu juga begitu agresif dalam menyerang. Sikap kurang tenang juga terlihat dari penyelesaian buru-buru yang dilakukan kedua kubu, sehingga banyak peluang terbuang percuma.
Di tengah kebuntuan itu, Lampard akhirnya berhasil membobol gawang Shay Given di menit ke-42. Memanfaatkan umpan terobosan Joe Cole, Lampard mengirim bola dari tengah kotak penalti ke sudut kiri bawah gawang City.
Sayang, selanjutnya, Chelsea sempat lengah sehingga Tevez berhasil menyamakan kedudukan, beberapa saat sebelum turun minum. Dalam sebuah serangan balik, Tevez menggiring bola sendirian dari tengah lapangan sampai masuk kotak penalti. Dalam kawalan John Terry, ia melepaskan tendangan yang bersarang di sudut kiri bawah gawang Chelsea.
Chelsa tak sempat berbuat banyak menanggapi gol itu, karena wasit Mike Dean keburu meniup peluit turun minum.
Memasuki babak kedua, Chelsea gagal mengantisipasi gempuran mendadak City. Akibatnya setelah sempat bertahan seadanya, mereka tak bisa menghindari gol kedua City, yang dicetak Bellamy di menit ke-51. Setelah menguasai umpan Garreth Barry, Bellamy menggiring bola sendirian melewati adangan Obi Mikel sebelum akhirnya mengirim bola ke sudut tiang jauh.
Keunggulan melambungkan moral City. Mereka pun terus mempertahankan tempo dan tensi permainan. Untuk menyegarkan daya serang, pelatih Roberto Mancini memasukkan Shaun Wright-Phillips menggantikan Adam Johnson di menit ke-60.
Perubahan itu memang tidak lantas memudahkan City. Namun, tekanan yang mereka lakukan betul-betul merepotkan barisan belakang Chelsea, hingga akhirnya terjadilah pelanggaran fatal Juliano Belletti kepada Garreth Barry di kotak penalti di menit ke-75. Tanpa ampun, wasit mengacungkan kartu merah kepada Belletti sekaligus menunjuk titik penalti untuk City.
Carlos Tevez yang dipercaya melakukan eksekusi berhasil menunaikan tugas. Sepakannya ke sudut kiri bawah gawang gagal diantisipasi Henrique Hilario dan City pun unggul 3-1.
Menyadari posisi di atas angin, City semakin tak berkenan memberi peluang kepada lawan. Memanfaatkan semua sisi lapangan, mereka melancarkan serangan demi serangan. Seperti sebelumnya, meski tak lantas mendapat gol, City berhasil menuai keuntungan lain, yaitu kartu kuning kedua yang diterima Michael Ballack akibat mengganjal Tevez di menit ke-81.
Keadaan yang semakin sulit tak memberikan plihan lain kepada Chelsea selain menyerang. Namun, ini malah membuat lini belakang melompong dan terjadilah gol keempat City dari kaki Bellamy di menit ke-87.
Gol bermula dari pergerakan Wright-Phillips di menit ke-87. Wright-Phillips kemudian membawa bola menyisir sektor kiri pertahanan Chelsea dan melepas umpan silang kepada Bellamy, yang berada di depan tiang kanan gawang Chelsea. Umpan Wright-Phillips melewati Terry dan Ivanovic, sebelum akhirnya disontek Bellamy masuk ke gawang Hilario.
Di tengah rasa frustrasi, Chelsea mencoba melanjutkan pertandingan dengan kepala tegak. Di masa injury time, mereka pun mendapat hadiah hiburan berupa penalti, menyusul pelanggaran Barry kepada Nicolas Anelka. Lampard yang dipercaya melakukan eksekusi berhasil menunaikan tugas menyarangkan bola ke gawang Given.
Gol itu sempat membangkitkan gairah Chelsea. Sayang, waktu tak cukup banyak bagi Chelsea untuk menghindari kekalahan 2-4. (*)
About Me
Minggu, 28 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar